Pak Bhabin Dampingi Tim SDM Polresta Malang Kota Sosialisasi Pemahaman AI ke Siswa dan Guru SMKN 6 Malang

MALANG KOTA – Bhabinkamtibmas Polsek Kedungkandang Polresta Malang Kota, Aiptu Imam M, turut aktif dampingi personel Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polresta Malang Kota memberikan sosialisasi dan edukasi pemahaman Artificial Intelligence (AI) kepada 376 siswa dan guru SMKN 6 Kota Malang, Kelurahan Madyopuro. (Jumat, 14/08/2026)

Pemahaman AI bagian dari upaya kepolisian memperkuat literasi teknologi di lingkungan pendidikan, agar pelajar mampu memahami manfaat AI sekaligus mengenali batasan dan risiko penggunaannya.

Seain Edukasi, para siswa diarahkan menggunakan Platform https://senopatiacademy.id/ untuk belajar AI bagi pelajar Indonesia secara produktif untuk mendukung proses pembelajaran, kreativitas serta pengembangan keterampilan siswa.

Pemahaman AI bagian dari upaya kepolisian memperkuat literasi teknologi di lingkungan pendidikan, agar pelajar mampu memahami manfaat AI sekaligus mengenali batasan dan risiko penggunaannya

Aiptu Imam mengatakan, pemahaman yang tepat diperlukan agar siswa dapat memanfaatkan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab.

“AI dapat menjadi alat bantu bagi guru dan siswa untuk memperluas informasi, meningkatkan kreativitas dan melatih kemampuan berpikir kritis. Teknologi ini harus digunakan sebagai pendukung pembelajaran, bukan menggantikan peran guru,” ujar Aiptu Imam.

Teknologi AI juga dapat digunakan untuk membantu siswa mengeksplorasi ide, menyusun gagasan dan memahami materi sesuai kebutuhan belajar masing-masing.

Bagi siswa kelas XII SMKN 6 Kota Malang, pemahaman tersebut dinilai semakin penting karena mereka akan segera memasuki dunia kerja, pendidikan lanjutan maupun lingkungan usaha yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi digital.

Pak Bhabin Polresta Malang Kota Dampingi Tim SDM Sosialisasi AI ke Siswa dan Guru SMKN 6 Malang
Menurut Aiptu Imam, literasi AI juga memiliki sisi preventif dalam menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan teknologi atau menyebarkan konten yang dapat merugikan orang lain maupun berpotensi menimbulkan persoalan hukum

“Kami ingin siswa menggunakan AI secara bijak untuk masa depan. Mereka dapat menjadi lebih produktif dan kreatif, bahkan mengembangkan kemampuan tersebut menjadi peluang penghasilan. Namun, penggunaannya harus tetap memperhatikan etika dan hukum,” jelasnya.

Menurut Aiptu Imam, literasi AI juga memiliki sisi preventif dalam menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan teknologi atau menyebarkan konten yang dapat merugikan orang lain maupun berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Karena itu, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan edukasi tersebut tidak hanya memperkuat penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang komunikasi antara kepolisian dengan pelajar.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif Polri dalam membangun kesadaran hukum dan keamanan di ruang digital.

Seain Edukasi, para siswa diarahkan menggunakan Platform https://senopatiacademy.id/ untuk belajar AI bagi pelajar Indonesia secara produktif untuk mendukung proses pembelajaran, kreativitas serta pengembangan keterampilan siswa

Siswa perlu memiliki sikap kritis agar tidak mudah menggunakan teknologi secara sembarangan, terutama untuk membuat, mengubah atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kemajuan teknologi harus diimbangi tanggung jawab. Harapannya, siswa mampu memanfaatkan AI untuk belajar, berkarya dan membuka peluang ekonomi tanpa melanggar aturan,” katanya.

Pendampingan Aiptu Imam sekaligus menjadi bentuk dukungan Bhabinkamtibmas terhadap program edukasi yang dilaksanakan personel SDM Polresta Malang Kota.

Sinergi kepolisian dengan lingkungan sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap memiliki kesadaran etika dan hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *